Home List Artikel Meningkatkan Nilai Jual Produk “Samiler Singkong” dengan Inovasi Kemasan yang Elegan

Meningkatkan Nilai Jual Produk “Samiler Singkong” dengan Inovasi Kemasan yang Elegan



Hibah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Rp 21.500.00,00) 

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. 

Pada tahun pelaksanaan anggaran 2019, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo mendapatkan dana hibah dalam skema PKMS dari Direktorat Riset dan Pengabdian dan pengembangan, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas wajib bagi seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Banyak dana hibah yang ditawarkan oleh Kemenristekdikti guna meningkatkan partisipasi dosen dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Salah satu dari skema pengabdian adalah Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS).

 

Sesuai dengan Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Nomor: 111/SP2H/PPM/DRPM/2019 sebesar 21.500.000,00 yang diperoleh dosen Teknik Industri yaitu Untung Usada, S.Si., M.T. beserta tim yang terdiri dari 2 anggota dosen dan 2 mahasiswa.

 

Program kemitraan ini dilaksanakan bersama mitra industri rumah tangga “Samiler singkong” di Desa Gempol Klutuk RT 01 RW 01 Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo. Program yang dilaksanakan berupa pendampingan, pelatihan dan pengadaan peralatan produksi.

 

Hal yang mendasari adanya home industri pengolahan hasil pertanian berupa singkong “samiler singkong” ini didirikan adalah adanya keinginan untuk mempunyai pendapatan lebih dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya. Mulai awal sampai sekarang home industri ini memproduksi samiler singkong dengan produk yang konvensionel tanpa adanya sebuah inovasi. Selain itu ada permasalahan dalam berbagai aspek, dimana yang perlu diselesaikan adalah dari aspek produksi, pemasaran dan pengembangan produk. Dari aspek produksi antara lain peralatan yang masih konvensional dan minimnya pengetahuan SDM dalam hal inovasi produk dikarenakan dipelajari dengan cara otodidak. Dari aspek pemasaran, mitra belum mempunyai tenaga pemasaran sendiri serta belum mempunyai media pemasaran online. Selama ini hanya mengandalkan relasi. Media pemasaran juga kurang, sehingga pemasaran tidak dilakukan secara maksimal. Dari aspek pengembangan produk, selama ini mitra memproduksi samiler dengan rasa original tanpa adanya sebuah inovasi. Mitra berkeinginan untuk memproduksi samiler berbagai varian yang diminati masyarakat dan punya daya jual tinggi.

 

Dengan mendasarkan pada konteks permasalahan yang dihadapi mitra, tim melakukan beberapa kegiatan, yaitu peningkatan SDM dan Pengadaan barang. Pengadaan barang berupa mesin parut, oven, siler, blender, timbangan digital dan telen untuk mencetak produk. Selain pengadaan barang tim memberikan kesempatan kepada mitra untuk mengikuti pelatihan dan workshop bagi peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). Mitra mengikuti Pelatihan dan workshop (disain kemasan) yang diadakan oleh dinas koperasi dan UMKM kabupaten Sidoarjo. Selain itu, mitra juga mendapat pendampingan dalam melakukan pengurusan izin produksi produk industri rumah tangga (PPIRT). Dengan kemasan yang elegan ini diharapkan dapat membidik pangsa pasar menengah keatas. Selain itu, produk dengan kemasan baru ini, diharapkan juga mampu bersaing dengan produk-produk jenis krupuk lainnya. Dalam mendukung pengembangan usahanya tersebut, team juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam melakukan pemasaran secara online dengan memanfaatkan media sosial seperti WA, FB maupun instagram, pembuatan blog dan pengisian kontain blog. Tim juga membuatkan media pemasaran berupa spanduk, website dan banner. Pendampingan dari tim dalam beberapa hal tersebut, ditujukan agar dapat meningkatkan permintaan produk, daya saing di masyarakat dan pengembangan home industri mitra.





Agenda Terkini

16 Jan

LKKMD