Home List Artikel PKM Pengrajin Sablon di Desa Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

PKM Pengrajin Sablon di Desa Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan



Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk berkontribusi untuk negeri. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedua elemen tersebut menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan dan menghilangkan isolasi dunia akademik terhadap persoalan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.

 

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pengrajin sablon merupakan program pengabdian masyarakat yang lolos pendanaan hibah Kemenristekdikti anggaran 2019. Tim terdiri dari dosen Universitas NU Sidoarjo. Tim ini, diketuai oleh Listin Fitrianah (Dosen Teknik Lingkungan), Agus Rachmad Purnama (Dosen Teknik Industri), Machfudzil Asror (Dosen PGSD), dan 2 orang mahasiswa. Mitra pada pengabdian masyarakat ini, pemilik sablon yaitu Bapak Moh Fatkhur.

 

 

Berada ditengah-tengah lokasi Bangkodir (Bangil Kota Bordir) Kabupaten  Pasuruan terdapat sebuah rumah yang berfungsi sebagai pengrajin sablon di Desa Pogar Kecamatan Bangil. Pengunjung tidak akan mudah mengenali rumah tersebut karena rumah produksi berada di perkampungan Desa Pogar tepatnya masuk jalan sempit ke beberapa rumah saja yang jauh dari keramaian kendaraan. Hanya spanduk kecil bertuliskan Faza Collection yang terpasang di pintu rumah yang menjadi petunjuk pengunjung yang tidak sengaja lewat. Dalam peningkatan produksi sablon ini, tim melaksanakan pengabdian di UKM ini.

 

Tim melaukan survey awal, terdapat beberapa masalah utama yang sedang dihadapi oleh mitra. Masalah utama yang dihadapi oleh mitra terkait dengan proses produksi, desain sablon dan pemasaran. Aspek proses produksi, proses produksi masih dilakukan secara konvensional dan alat sablon hasil rakitan mitra dalam melakukan proses penyablonan. Aspek desain sablon, mitra belum mempunyai desain khas dan tidak mempunyai karyawan khusus untuk membuat desain. Aspek pemasaran, pemasaran masih dilakukan dari tetangga, kenalan dan klien.  Anggota kelompok masih belum memiliki media pemasaran yang efektif untuk meningkatkan omset penjualan mereka. Solusi yang sepakati mitra dan telah dijalankan oleh tim adalah pengadaan mesin emboss sablon, melakukan pelatihan desain sablon dan melakukan pelatihan pemasaran online serta membuatkan sarana pemasaran yaitu website. Tim melakukan pendampingan kepada karyawan yang ditunjuk mitra dalam pengoperasiannya dalam pemasaran meliputi pengisian konten dan mengupgrade informasi pada website. Semua kegiatan yang sudah berjalan memberikan dampak positif pada mitra dan karyawan untuk mengembangkan usaha sablon yang sudah berjalan.





Agenda Terkini

16 Jan

LKKMD